RSS

TANDA BAYI CUKUP ASI

29 Jan
TANDA BAYI CUKUP ASI

PENDAHULUAN 

Dalam mempersiapkan generasi yang tangguh dan cerdas di masa depan adalah tanggungjawab semua pihak. Baik tidaknya proses tumbuh kembang fisik, mental atau social anak dipengaruhi oleh beberapa factor yaitu gizi, sosial, budaya, pelayan kesehatan dll. Impian setiap orang tua adalah memilki anak yang sehat, ecrdas, dan berkepribadain baik. Langkah awal untk mewujudkan impian tersebut adalah melalui pemberian makanan pertama aatu makanan awal yang benar, yang berkualitas dan kuantitas yang optimal. Setelah itu dilanjutkan dengan memberiakn makan makanan anak yang bergizi yang seimbang serta imunisasi yang yang dilakukan secra teratur. Gangguan gizi pada masa bayi dan anak dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan bayi tersebut di kemudian hari. Penelitian ilmiah membuktikan bahwa bayi akan tumbuh lebih sehat dan lebuh cerdas dengan diberi air susu ibu (ASI) eksklusif selam empat-enam bulan pertama kehidupannya (Roesli 2000).

ASI merupakan makanan yang mudah dicerna dan yang terbaik bagi bayi karena dapat memenuhi semua kebutuhan zat gizi untuk tumbuhn dan berkembang menjadi anak yang sehat dan cerdas (Depkes RI 1996). Tanda bayi cukup ASI adalah tanda-tanda yang dapat dilihat pada bayi jika ia merasa cukup atau puas dengan ASI yang ia dapatkan.

TANDA BAYI CUKUP ASI

Air susu ibu (ASI) merupakan pemberian air susu kepada bayi secara langsung berasal dari kelenjar payudara ibu (WHO Geneva 1991). Air susu ibu (ASI) adalah emulsi lemak dalam larutan protein, laktosa, dan garam-garam organic yang disekresi oleh kedua kelenjar payudara ibu yang berguna sebagai makanan yang utama bagi bayi (Roesli 2000).

ASI merupakan makanan yang mudah dicerna dan yang terbaik bagi bayi karena dapat memenuhi semua kebutuhan zat gizi untuk tumbuhn dan berkembang menjadi anak yang sehat dan cerdas (Depkes RI 1996). Tanda bayi cukup ASI adalah tanda-tanda yang dapat dilihat pada bayi jika ia merasa cukup atau puas dengan ASI yang ia dapatkan.

 1. Tanda Bayi Cukup ASI

  • Tanda bayi cukup ASI menurut beberapa pendapat adalah :
    • Jumlah buang air kecilnya dalam satu hari paling sedikit 6 kali
    • Warna urin biasanya tidak bewarna kuning pucat dan bau menyengat
    • Setelah berumur beberapa hari, bayi akan buang besar (BAB) setidaknya dua kali sehari dengan tinja berwarna kuning atau gelap dan mulai berwarna lebih cerah setelah hari kelima belas.
    • Bayi kelihatan puas, sewaktu-waktu merasa lapar bangun dan tidur dengan cukup
    • Bayi paling sedikit menyusu 10 kali dalam 24 jam
    • Payudara ibu terasa lembut setiap kali selesai menyusui
    • Ibu dapat merasakan rasa geli karena aliran ASI setiap kali bayi mulai menyusui
    • Ibu dapat mendengar suara menelan yang pelan ketika bayi menelan ASI
    • Bayi bertambah berat badannya lebih dari 500 gram sampai 1 kg setiap bulan pada trimester pertama kehidupannya. Berat badannya kemudian bertambah sekitar 600 gram setiap bulan pada trimester  kedua dan bertambah sekitar 400-500 gram setiap bulannya pada trimester ketiga.
    • Setelah menyusu bayi langsung tertidur karena ASI memicu produksi hormon endorfin yang merangsang tidur.
    • Pertumbuhan berat badan bayi dan tinggi badan (TB) bayi sesuai dengan grafik pertumbuhan
    • Perkembangan motorik yang baik. Bayi aktif, motoriknya sesuai dengan rentang usia.
    • PASI yang diberikan tidak bersisa.
    • Selambat-lambatnya sesudah 2 minggu lahir, berat badan waktu lahir tercapai kembali. Penurunan berat badan faali selama 2 minggu sesudah lahir tidak melebihi 10% berat badan waktu lahir.
    • Bayi tumbuh dengan baik, pada umur 5-6 bulan berat badan mencapai dua kali berat badan waktu lahir. Pada umur 1 tahun berat badan mencapai tiga kali berat badan waktu lahir.
    • Bayi sering BAB berwarna kekuningan berbiji.
  • Sedangkan menurut Papernya Sudaryati dkk (2005), tanda bayi kecukupan ASI adalah:
    • Dengan pemeriksaan kebutuhan ASI dengan cara menimbang BB bayi sebelum mendapatkan ASI dan sesudah minum ASI dengan pakaian yang sama, dan selisih berat hasil penimbangan dapat diketahui banyaknya ASI yang masuk dengan konvera kasar 1 gr BB-1 ml ASI.
    • Secara subjektif dapat dilihat dari pengamatan dan perasaan ibu yaitu bayi merasa puas, tidur pulas setelah mendapatkan ASI dan ibu merasakan ada perubahan tegangan pada payudara pada saat menyusui bayinya ibu merasa ASI mengalir deras.
    • Sesudah menyusui tidak memberikan reaksi apabila dirangsang (disentuh pipinya, bayi tidak mencari arah sentuhan).
    • Bayi tumbuh dengan baik.
  • Pendapat lain tentang tanda bayi cukup ASI adalah sebagai berikut

1. Mekanisme Mengisap pada Bayi

Ada beberapa reflek yang mengindikasikan bahwa bayi dapat menelan ASI dengan cukup yang harus diperhatikan oleh bidan yakni: reflek menangkap (Rooting); sentuhan pada bibir, bayi membuka mulut dan menangkap puting susu; reflek menghisap puting dalam mulut bayi; langit/palatum molle tersentuh, bayi menghisap. Areola masuk, lidah menekan sinus laktiferus ASI terperas keluar, reflek menelan.

2. Tanda-Tanda Bayi Telah Berada pada Posisi yang Baik pada Payudara

  • Seluruh tubuhnya berdekatan dan terarah pada ibu; mulut dan dagunya berdekatan dengan payudara; areola tidak akan bisa terlihat dengan jelas; Anda dapat melihat bayi melakukan hisapan yang lamban dan dalam dan menelan ASInya; bayi terlihat tenang dan senang; ibu tidak merasakan adanya nyeri pada puting susu.
  • Mekanisme mengisap dot dan areola sangat berbeda, dan ini membuat bayi mengalami bingung puting. Tidak benar bahwa kurang mengeluarkan tenaga mekanisme mengisap pada bayi.
  • Menyusu: lidah bayi “memerah” sinus laktiferus otot pipi, lidah, langit-langit, rahang bawah semua aktif.
  • Dot: terutama otot bibir dan pipi keluarnya susu tergantung kemiringan botol dan besarnya lubang dot, tidak memerlukan hisapan yang kuat tetapi perlu menjaga agar tidak tersedak.

  • Pada bayi minggu I : karena ASI banyak mengandung air, maka salah satu tanda adalah bayi tidak dehidrasi, antara lain:
  1. Kulit lembab kenyal.
  2. Turgor kulit negatif.
  3. Jumlah urin sesuai dengan jumlah ASI/PASI yang diberikan/24 jam (kebutuhan ASI bayi mulai 60 ml/kg BB/hari, setiap hari bertambah mencapai 200 L/kg BB/hari pada hari ke-14).
  4. Selambat-lambatnya sesudah 2 minggu BB waktu lahir tercapai lagi.
  5. Penurunan BB faali selama 2 minggu sesudah lahir tidak melebihi 10% BB waktu lahir.
  6. Usia 5-6 bulan BB mencapai 2x BB waktu lahir, 1 tahun 3x waktu lahir, dan 2 tahun 4 lahirnya. Naik 2 kg/tahun atau sesuai dengan kurve KMS.
  7. BB usia 3 bulan + 20% BB lahir = usia 1 tahun + 50% BB lahir.

Tanda ASI Kurang

Tanda – tanda yang mungkin saja ASI benar-benar kurang adalah

  1. Bayi tidak puas setiap setelah menyusui, sering sekali menyusu, menyusu dengan waktu yang sangat lama. Tapi terkadang bayi lebih cepat menyusu. Diduga produksinya berkurang padahal dikarenakan bayi telah pandai menyusu
  2. Bayi sering menangis atau bayi menolak menyusu
  3. Tinja bayi keras, keringat atau bewarna hijau
  4. Payudara tidak membesar selama kehamilan (keadaan yang jarang), atau ASI tidak datang pasca lahir (Ambarwati., Wulandari. 2009, hlm. 29).
  5. Bayi disusui kurang dari delapan kali selama 24 jam
  6. Lemas dan tak berminat menyusu sama sekali
  7. Mulut bayi tidak mengkilap dan tampak basah
  8. Jika kulit lengan, kaki, atau perutnya dicubit dengan lembut dan dilepaskan, kulitnya tetap tegang
  9. Mata, muka, dada, kaki, atau perutnya berwarna kuning.
  10. Sebagian besar bayi kehilangan 5-10% berat badannya pada hari ke-3 atau ke-4.

Tanda ASI Benar-Benar Kurang

Tanda bahwa ASI benar – benar kurang adalah :

  1. Berat badan bayi meningkat kurang dari rata- rata 500 gram per bulan
  2. BB lahir dalam waktu 2 minggu belum kembali
  3. Ngompol rata- rata kurang 6 kali dalam 24 jam, cairan urin pekat, bau dan warna kuning.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kurangnya Produksi ASI atau Asupan yang Kurang Bagi Bayi

  1. Ketidakefektifan Menempelkan Mulut

Jika bayi tidak dapat menempelkan mulutnya dengan baik pada payudara, ia tidak akan mendapat cukup air susu. Salah satu tanda dari keadaan ini yaitu putting yang sangat nyeri dan pecah-pecah. Keadaan ini terjadi jika payudara sangat besar, bayi premature, sakit, atau mempunyai kondisi neurologi yang mengganggu kemampuannya untuk menghisap. Jika anda tidak dapat membantu bayi untuk meletakan mulutnya dengan efektif, mintalah bantuan ahli.

  1. Pemberian ASI yang Terjadwal

Seorang bayi yang baru lahir, khususnya bayi yang pertumbuhannya lambat, perlu disusui lebih sering daripada pola tiga atau empat jam sekali. Semua bayi yang baru lahir perlu disusui pada malam hari. Jangan menunda-nunda pemberian ASI. Susui bayi kapanpun ia menunjukkan minat menyusu dan pastikan bahwa bayi menyusu selama yang ia inginkan.

  1. Menyusu hanya dari satu payudara

Memberikan hanya satu payudara setiap kali menyusui akan menyebabkan produksi ASI tidak memadai dan membatasi jumlah susu yang diterima. Gantilah ke payudara sebelah sesudah bayi selesai menyusu pada payudara yang satu.

  1. Bayi tidur lama

Sebagian besar orang tua akan senang jika bayinya banyak tidur, tapi jika bayi anda tidur terlalu lama dan tanpa menyusu, artinya ia tidak akan mendapat cukup ASI. Cobalah bangunkan bayi setiap 2 atau 4 jam seklai pada malam hari.

  1. Gaya hidup ibu

Stress berlebihan, rangsang yang kurang memadai pada putting dan konsumsi alcohol, kafein serta rokok yang berlebihan dapat mengganggu pemberian pasokan ASI kepada bayi. Pilihlah gaya hidup yang sehat. Gaya hidup sehat yang dipilih ibu akan menurun kepada bayi yang sedang disusunya.

  1. Pasokan ASI yang tidak memadai

Kadang bayi tidak mendapat cukup ASI karena si ibu tidak memproduksi cukup air susu untuk memenuhi kebutuhan bayi akan ASI. Jika pasokan terasa kurang, coba tips-tips berikut ini:

  • Seringlah menyusui, setidaknya 8 sampai 12 kali sehari
  • Jangan pernah membatasi pemberian ASI
  • Pastikan bayi dapat menempelkan mulut dengan baik pada payudara dan bahwa anda dapat mendengarnya menelan sewaktu ia menghisap.
  • Bawalah bayi ke tempat tidur dan susui dengan berkontak kulit ke kulit. Berbaringlah selama anda inginkan. Hal ini dapat member anda waktu istirahat dan dapat memperhatikan dengan cermat bayi ketika menyusu.

PENUTUP

Tanda bayi cukup ASI adalah tanda-tanda yang dapat dilihat pada bayi jika ia merasa cukup atau puas dengan ASI yang ia dapatkan. Di antaranya adalah bayi merasa puas, tidur pulas setelah mendapatkan ASI dan ibu merasakan ada perubahan tegangan pada payudara pada saat menyusui bayinya ibu merasa ASI mengalir deras, sesudah menyusui tidak memberikan reaksi apabila dirangsang (disentuh pipinya, bayi tidak mencari arah sentuhan) dan bayi tumbuh dengan baik.

Tanda – tanda yang mungkin saja ASI benar-benar kurang adalah bayi tidak puas setiap setelah menyusui, sering sekali menyusu, menyusu dengan waktu yang sangat lama. Tapi terkadang bayi lebih cepat menyusu. Diduga produksinya berkurang padahal dikarenakan bayi telah pandai menyusu, bayi sering menangis atau bayi menolak menyusu, tinja bayi keras, keringat atau bewarna hijau dan sebagainya.

Tanda bahwa ASI benar – benar kurang adalah berat badan bayi meningkat kurang dari rata- rata 500 gram per bulan, BB lahir dalam waktu 2 minggu belum kembali, dan ngompol rata- rata kurang 6 kali dalam 24 jam, cairan urin pekat, bau dan warna kuning.

Faktor-faktor yang mempengaruhi kurangnya produksi asi atau asupan yang kurang bagi bayi meliputi ketidakefektifan menempelkan mulut, pemberian asi yang terjadwal, menyusu hanya dari satu payudara, bayi tidur lama, gaya hidup ibu, danpasokan asi yang tidak memadai.

DAFTAR PUSTAKA

Ambarwati, Eny Retna, dkk. 2009. Asuhan Kebidanan Nifas. Yogyakarta: Mitra Cendekia Press.

Rukiyah, Ai Yeyeh. 2011. Asuhan Kebidanan III (Nifas).  Jakarta: Trans Info Media.

Suherni, S.Pd, APP, M.Kes, dkk. 2009. Perawatan Masa Nifas. Yogyakarta: Fitramaya.

http://www.repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/19212/…/Chapter%20II.pdf

http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Bayi/Gizi+dan+Kesehatan/tandatanda.bayi.cukup.asi/001/001/1804/2.html

http://bidanku.com/index.php?/tanda-a-penyebab-bayi-tidak-mendapat-cukup-asi.html

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Januari 29, 2015 in Asuhan Neonatus

 

Tag: , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: