RSS

TANDA-TANDA BAHAYA SELAMA MASA KEHAMILAN

11 Okt

Tanda bahaya pada kehamilan adalah tanda gejala yang menunjukkan ibu atau bayi yang dikandungnnya dalam keadaan bahaya. Bila ada tanda bahaya, biasanya ibu perlu mendapat pertolongan segera di rumah sakit (hospital emergency).

Kebanyakan kehamilan berakhir dengan persalinan dan masa nifas yang normal. Namun 15 sampai 20 diantara 100 ibu hamil mengalami gangguan pada kehamilan, persalinan atau nifas.

Gangguan tersebut dapat terjadi secara mendadak, dan biasanya tidak dapat diperkirakan sebelumnya (unpredictable disruption). Karena itu, tiap ibu hamil, keluarga dan masyarakat perlu mengetahui dan mengenali tanda bahaya. Tujuannya, agar dapat segera mencari pertolongan ke bidan, dokter, atau langsung ke rumah sakit, untuk menyelamatkan jiwa ibu dan bayi yang dikandungnya.

 A. KEHAMILAN MUDA

  • Perdarahan Per Vagina

1. Abortus

a. Abortus imminens

Sering juga disebut dengan keguguran membakat dan akan terjadi jika ditemukan perdarahan pada kehamilan muda, namun pada tes kehamilan masih menunjukan hasil yang positf. Dalam kasus ini keluarnya janin masih dapat dicegah dengan memberikan terapi hormonal dan antispasmodic serta istirahat.

Jika setelah beberapa minggu ternyata perdarahan masih ditemukan dan dalam dua kali tes kehamilan menunjukan hasil yang negative, maka harus dilakukan kuretase karena hal teresbut menandakan abortus sudah terjadi.

 b. Abortus insipiens (keguguran sedang berlangsung)

Abortus insipiens terjadi apabila ditemukan adanya perdarahan pada kehamilan muda disertaidengan membukanya ostium uteri dan teraba selaput ketuban. Penanganannya sama dengan abortus inkomplitus.

c. Abortus habitualis (keguguran berulang)

Pasien termasuk dalam abortus tipe ini jika telah mengalami keguguran berturut-turut selama lebih dari tiga kali.

d. Abortus inkomplitus (keguguran bersisa)

Tanda pasien dalam abortus tipe ini adalah jika terjadi perdarahan per vagina disertai pengeluaran janin tanpa pengeluaran desidua atau plasenta.Gejala yang menyertai adalah amenore, sakit perut karena kontraksi, perdarahan yang keluar bisa banyak atau sedikit. Pada pemeriksaan dalam ditemukan ostium yang terbuka dan kadang masih teraba jaringan, serta ukuran uterus yang lebih kecil dari usia kehamilannya.

Jika terdapat tanda-tanda syok, maka atasi terlebih dahulu dengan pemberian transfusi darah dan cairan, kemudian keluarkan jaringan secepatnya dengan metode digital (menggunakan dua jari) atau kuretase, dan selanjutnya berikan obat-obatan uterotonika dan antibiotik.

e. Abortus kompletus (keguguran lengkap)

Pada abortus jenis ini akan ditemukan pasien dengan perdarahan per vagina disertai dengan pengeluaran seluruh hasil konsepsi (janin dan desidua) sehingga rahim dalam keadaan kosong.

2. Kehamilan Mola

Disebut kehamilan anggur, yaitu adanya jonjot korion (chorionic villi) yang tumbuh berganda berupa gelembung-gelembung kecil yang mengandung banyak cairan sehingga menyerupai anggur atau mata ikan.Ini merupakan bentuk neoplasma trofoblas yang jinak (benigna).

Pasien dengan kehamilan jenis ini akan memiliki tanda dan gejala sebagai berikut:

 Pada anamnesis ditemukan tanda dan gejala seperti berikut ini.

  • Terdapat gejala-gejala kehamilan muda yang lebih nyata dari kehamilan normal, misalnya mual muntah yang berlebihan.
  • Kadang kala ada tanda toksemia gravidarum (pusing, gangguan penglihatan, dan tekanan darah tinggi).
  • Terdapat perdarahan yang sedikit atau banyak, warna tengguli tua atau kecoklatan seperti bumbu rujak, tidak teratur.
  • Pembesaran uterus tidak sesuai dengan usia kehamilan.
  • Keluar jaringan mola (seperti anggur) yang merupakan diagnosis pasti, namun jaringan mola ini tidak terlalu ditemukan.

Pada inspeksi ditemukan tanda dan gejala seperti berikut.

  • Muka dan terkadang badan lebih pucat atau kekuning-kuningan yang disebut muka mola (mola face).
  • Jika gelembung mola sampai keluar maka tanda ini akan kelihatan lebih jelas.

Pada palpasi ditemukan tanda dan gejala seperti berikut.

  • Uterus membesar tetapi tidak sesuai dengan usia kehamilan yang seharusnya.
  • Tidak teraba bagian-bagian ballottement janin dan gerakan janin.
  • Adanya fenomena harmonika, yaitu tinggi fundus uteri yang turun ketika darah dan gelembung mola keluar, namun akan naik kembali karena terkumpulnya mola dan darah baru.

Pada auskultasi ditemukan tanda dan gejala seperti berikut.

  • Tidak terdengar DJJ
  • Terdengar bising dan bunyi khas.

Pada tes kehamilan ditemukan kadar HCG yang tinggi.

Pada pemeriksaan dalam ditemukan tanda dan gejala seperti berikut ini.

  • Rahim lebih besar.
  • Konsistensi lebih lembek.
  • Tidak ada bagian-bagian janin.
  • Terdapat perdarahan.
  • Teraba jaringan di kanalis servikalis dan vagina.

Uji sonde

Uji sonde dilakukan dengan metode Acosta-sison.Sonde (penduga rahim) dimasukan secara perlahan-lahan dan hati-hati ke dalam kanalis servikalis dan kavum uteri.Bila tidak ada tahanan, diputar setelah itu ditarik sedikit, bila tetap tidak ada tahanan maka kemungkinan mola.

Pada foto rongten abdomen tidak terlihat adanya kerangka janin (pada usia kehamilan lebih dari tiga bulan).

Pada pemerikasaan USG ditemukan adanya gambaran badai salju (gambaran khas pada kehamilan mola) dan tidak terlihat adanya janin.

2. Kehamilan ektopik

Dinamakan kehamilan ektopik jika kehamilan dengan hasil konsepsi tidak berada di dalam endometrium uterus.

Keadaan ini akan meningkat menjadi kehamilan ektopik terganggu (KET) pada usia kehamilan lebih dari 10 minggu. Sebagian besar KET terjadi pada kehamilan yang terletak di tuba.

Diagnosis dan gejala-gejala klinis yang biasanya ditemui adalah sebagai berikut.

  • Pada anamnesis ditemukan tanda dan gejala amenore serta keluhan hamil muda dan gejala hamil lainnya.
  • Pada KET jika terjadi abortus tuba, maka kemungkinan keluhan tidak begitu berat, hanya ada rasa sakit di perut dan pengeluaran darah per vagina, yang kadang dikacaukan oleh diagnosis abortus biasa. Namun, bila terjadi rupture tuba maka gejala akan lebih hebat dan dapat membahayakan jiwa ibu.
  • Perasaan nyeri dan sakit yang tiba-tiba di perut seperti di iris-iris dengan pisau disertai dengan muntah dan bisa sampai jatuh pingsan.
  • Tanda-tanda akut nyeri abdomen adalah sebagai berikut.
    • Nyeri tekan yang hebat
    • Muntah, gelisah, pucat dan anemis.
    • Pada pemeriksaan tanda vital didapat denyut nadi yang kecil dan halus serta tekanan darah yang rendah sampai tidak terukur.
  • Nyeri bahu karena adanya rangsangan ke diagframa.
  • Terdapat tanda Cullen, yaitu adanya warna biru lebam pada linea alba atau sekitar pusat.
  • Pada pemeriksaan dalam didapati adanya tanda-tanda berikut.
    • Adanya nyeri goyang porsio, yaitu nyeri hebat yang dirasakan ibu ketika porsio digerakan atau digoyangkan.
    • Douglas crise, yaitu rasa nyeri tekan yang hebat ketika kavum douglas ditekan.
    • Kavum douglas teraba menonjol karena adanya penumpukan darah.
    • Teraba massa retrouterin.
    • Per vaginam keluar disidual cast.
    • Pada pemeriksaan palpasi dan perkusi terdapat tanda-tanda perdarahan intra-abdominal.
    • Pada pemeriksan HB serial (diperiksa setiap satu jam) didapati penurunan kadar Hb, selain itu juga terjadi leukositosis.
    • Kuldosintesis (Douglas pungsi)
    • Bertujuan untuk mengetahui adakah darah dalam kavum douglas.
    • Bila keluar darah tua berwarna cokelat sampai hitam yang tidak membeku atau hanya bekuan kecil-kecil di atas kain kassa maka hal itu dikatakan positif (fibrinasi), dan menunjukan adanya hematoma retrouterin.

Cara lain yang dapat dilakukan untuk mendiagnosis KET adalah dengan pemeriksaan diagnostik laparaskopi dan USG.

  • Hiperemesis Gravidarum

Hiperemesis gravidarum adalah mual muntah berelebihan sehingga menimbulkan gangguan aktivitas sehari-hari dan bahkan dapat membahayakan kehidupan.Faktor-faktor yang dapat menimbulakn hiperemesis adalah sebagai berikut.

  1. Adanya vili korialis masuk ke dalam darah.
  2. Adanya faktor predisposisi seperti primigravida dan overdistensi rahim.
  3. Adanya faktor psikologis, seperti ketidakharmonisan dalam rumah tangga.Kehamilan yang tidak diinginkan, atau ketidaksiapan untuk memiliki anak (takut untuk hamil).
  4. Adanya faktor alergi

Hiperemesis gravidarum memiliki gejala-gejala yang berbeda sesuai dengan tingkatannya.Berikut adalah uraian mengenai gejala hiperemesis gravidarum berdasarkan tingkat keparahannya.

  1. Tingkat I
  2. Mual muntah terus-menerus sehingga memengaruhi keadaan umum, terjadi dehidrasi.
  3. Tekanan darah menurun, denyut nadi meningkat dan dapat disertai dengan naiknya suhu tubuh.
  4. Nyeri epigastrum.
  5. Tingkat II
  6. Dehidrasi bertambah
  • Turgor kulit makin berkurang
  • Lidah kering dan kotor
  • Berat badan menurun
  • Mata cekung

Gangguan sirkulasi darah, yang ditandai dengan

  • Nadi cepat dan tekanan darah menurun
  • Hemokonsentrasi
  • Oliguria
  • Obstipasi

Gangguan metabolisme, yang ditandai dengan

  • Terjadi metabolisme anaerob dalam pemecahan lemak yang menyebabkan adanya keton, dijumpai dalam urin dan napas (bau keton).
  • Gangguan fungsi lever, adanya ikterus.
  1. Tingkat III
  2. Dehidrasi makin berat
  3. Mual muntah berhenti
  4. Terjadi perdarahan dari esophagus dan retina
  5. Gangguan fungsi lever (ikterus) yang terus meningkat
  6. Penurunan kesadaran, somnelon sampai koma
  7. Gangguan saraf berupa ensefalopati wernickle yang ditandai dengan:
  • Nistagmus
  • Diplopia
  • Perubahan mental

Diagnosis hiperemesis gravidarum dapat dengan mudah ditegakkan, yaitu melalui beberapa gambaran klinis berikut:

  1. Amenore
  2. Mual muntah berlebihan sampai mengganggu aktivitas sehari-hari
  3. Nyeri perut bagian bawah
  4. Nyeri abdomen yang tidak berhubungan dengan persalinan normal adalah tidak normal.
  5. Nyeri abdomen yang mungkin menunjukan masalah yang mengancam kesehatan jiwa dengan ciri-ciri nyeri hebat, menetap, dan tidak hilang setelah beristirahat. Hal ini mengindikasikan terjadinya:
  • Kehamilan ektopik
  • Abortus
  • Apendisitis
  • Penyakit radang panggul
  • Persalinan premature
  • Penyakit infeksi kelamin akibat hubungan seksual
  • Gastritis
  • Penyakit kantong empedu
  • Uterus yang iritabilitas
  • Infeksi saluran kemih.

 

 B. KEHAMILAN LANJUT

  • Perdarahan per Vagina

1. Plasenta Previa

Definisi

Keadaan dimana plasenta berimplantasi pada tempat abnormal, yaitu pada segmen bawah rahim sehingga menutupi sebagian atau seluruh jalan lahir.

Klasifikasi

Belum ada kata sepakat di kalangan para ahli mengenai klasifikasi plasenta previa, dikarenakan keadaan yang berubah-ubah seiring dengan bertambahnya usia kehamilan (besarnya uterus). Misalnya pada bulan ketujuh masuk dalam klasifikasi plasenta previa totalis, namun pada akhir kehamilan berubah menjadi plasenta previa lateralis.Ada beberapa ahli yang menganjurkan untuk menegakkan diagnosis yang sesuai dengan keadaan saat diperiksa(moment opname).

Menurut De Snoo, diagnosis plasenta previa ditegakkan berdasarkan pada pembukaan 4-5cm, dan jika dikombinasikan dari pendapat beberapa ahli kebidanan di Amerika, maka ditetapkan tiga klasifikasi plasenta previa, yaitu sebagai berikut.

  • Plasenta previa totalis (sentralis): seluruh ostium ditutupi plasenta.
  • Plasenta previa parsialis (lateralis): sebagian ostium ditutupi plasenta.
  • Plasenta previa letak rendah (marginalis): pada pemeriksaan dalam tidak teraba.

Diagnosis dan gambaran klinis

  • Anamnesis

1)   Keluhan utama pasien ketika datang ke fasilitas kesehatan biasanya karena ada perdarahan pada kehamilan setelah 28 minggu atau pada kehamilan lanjut (trimester III).

2)   Sifat perdarahannya tanpa sebab, tanpa nyeri, dan berulang.Kadang terjadi pada bangun tidur di pagi hari, tanpa disadari tempat tidur sudah penuh dengan darah. Jumlah darah yang keluar biasanya akan bertambah banyak dari jumlah darah yang keluar bergantung pada seberapa besar bagian plasenta yang lepas dan pembuluh darah yang putus oleh pelepasan/robeknya plasenta.

  • Inspeksi

1)   Adanya perdarahan per vagina dengan jumlah banyak atau sedikit dan berwarna merah segar.

2)   Jika perdarahan banyak, ibu akan tampak pucat.

  • Palpasi abdomen

1)   Janin sering dalam keadaan belum cukup bulan, sehingga TFU masih rendah.

2)   Sering dijumpai kesalahan letak janin (sungsang, lintang).

3)   Bagian terbawah janin belum turun, jika persentasi kepala, biasanya masih bisa digoyangkan.

  • Pemeriksaan inspekulo

Dengan memakai spekulum secara hati-hati, untuk melihat sumber perdarahan, apakah dari dalam uterus, kelainan vagina, atau pecahnya varises.

  • Pemeriksaan USG

Pada pemeriksaan USG terlihat letak plasenta di segmen bawah rahim.

  • Pemeriksaan dalam

Pemeriksaan ini merupakan teknik yang paling jelas dalam menegakkan diagnosis plasenta previa, namun bahayanya juga paling besar. Bahaya pemeriksaan dalam pada plasenta previa antara lain, yaitu dapat menyebabkan perdarahan yang hebat, dapat menimbulkan infeksi, dan merangsang his (kontraksi rahim) yang akan memicu terjadinya partus prematurus.

Tenik dan persiapan pemeriksaan dalam adalah sebagai berikut.

  • Pasang infus dan siapkan donor darah.
  • Pemeriksaan dilakukan di kamar bedah dengan fasilitas yang lengkap, jika memungkinkan.
  • Pemeriksaan dilakukan dengan hati-hati dan lembut.
  • Jangan langsung masuk dalam kanalis servikalis, tetapi raba dulu bantalan antara jari dan kepala janin pada forniks anterior dan posterior.
  • Bilaada bekuan darah di dalam vagina, keluarkan secara pelan-pelan dan sedikit demi sedikit.

Kegunaan pemeriksaan dalam pada perdarahan antepartum adalah untuk menegakkan diagnosis mengenai penyebab perdarahan (apakah dikarenakan oleh plasenta previa atau oleh sebab lain) serta menentukan jenis klasifikasi plasenta previa agar dapat diambil tindakan secara tepat.

Indikasi pemeriksaan dalam pada perdarahan antepartum adalah sebagai berikut.

  • Perdarahan yang banyak (lebih dari 500 cc)
  • Perdarahan yang berulang-ulang.
  • Perdarahan sekali, banyak dan Hb kurang dari 8 gram % kecualijika terdapat persediaan darah dan keadaan sosial ekonomi pasien baik.
  • Ibu sudah mulai mengalami his dan janin telah memungkinkan untuk hidup diluar uterus.

2. Solusio Plasenta

Definisi

Suatu keadaan di mana plasenta yang letaknya normal terlepas sebagian atau seluruhnya sebelum jalan lahir biasanya dihitung sejak usia kehamilan lebih dari 28 minggu.

Klasifikasi

Solusio plasenta menurutderajat lepasnya plasenta dibagi menjadi:

  • Solusio plasenta lateralis/parsialis

Bila hanya sebagian dari plasenta yang terlepas dari tempat perlekatannya.

  • Solusio plasenta totalis

Bila seluruh bagian plasenta sudah terlepas dari perlekatannya.

  • Prolapsus plasenta

Kadang-kadang plasenta ini turun ke bawah dan dapat teraba pada pemeriksaan dalam.

Diagnosis dan gambaran klinis

  • Anamnesis

1)   Perasaan sakit tiba-tiba di perut, terkadang pasien dapat melokalisasi tempat sakit yang tepat dengan tempat terlepasnya plasenta.

2)   Perdarahan pervagina yang sifatnya bisa hebat dan sekonyong-konyong (jika solusio plasenta parsialis) atau perdarahan yang tidak banyak (solusio plasenta totalis).

3)   Pergerakan janin yang hebat kemudian melemah sampai dengan tidak bergerak lagi.

4)   Kepala terasa pusing, lemas, mual, muntah, pandangan mata berkunang-kunang, ibu kelihatan anemis tetapi tidak sesuai dengan banyaknya darah yang keluar.

5)   Kadang-kadang ibu dapat menceritakan trauma dan faktor kausal yang lain

  • Inspeksi

1)   Pasien gelisah dan sering merintih sampai dengan mengerang karena kesakitan.

2)   Pucat, sianosis, dan keringat dingin.

3)   Kelihatan darah keluar pervagina.

  • Palpasi

1)   Fundus uteri tambah naik karena terbentuknya hematoma retroplasenter

2)   Uterus teraba tegang dan keras seperti papan.

3)   Nyeri tekan terutama ditempat lepasnya plasenta.

4)   Bagian-bagian janin susah dikenali karena uterus tegang seperti papan.

  • Auskultasi

Sulit, karena uterus tegang, bila terdengar biasanya frekuensi diatas 140x/menit.

  • Pemeriksaan dalam

1)   Serviks kadang telah membuka atau sebaliknya masih menutup.

2)   Jika sudah membuka, maka ketuban dapat teraba menonjol dan tegang baik sewaktu ada his maupun ketika tidak ada his.

3)   Jika ketuban sudah pecah, dan plasenta terlepas selurunya, plasenta ini akan turun ke bawah dan akan teraba pemeriksa yang disebut sebagai prolapsus funikuli, keadaan ini kadang rancu dengan plasenta previa.

  • Pemeriksaan umum

1)   Tekanan darah semula tinggi karena biasanya pasien dengan solusio plasenta mempunyai tekanan darah yang tinggi, tetapi kemudian turun sampai akhirnya jatuh syok.

2)   Nadi cepat dan kecil.

  • Pemeriksaan laboratorium

1)   Pada pemeriksaan urine didapati adanya albumin (albumin positif).

2)   Pada pemeriksaan darah didapati kadar Hb yang menurun.

  • Pemeriksaan plasenta

Dilakukan sesudah bayi lahir.Plasenta tampak tipis dan cekung dibagian yang terlepas dan terdapat koagulum atau bekuan darah dibelakang plasenta yang disebut hematoma retroplasenter.

  • Sakit Kepala yang Hebat
  1. Sakit kepala biasanya terjadi selama kehamilan, dan sering kali merupakan ketidaknyamanan yang normal dalam kehamilan.
  2. Sakit kepala yang menunjukan masalah serius adalah sakit kepala yang hebat yang menetap, dan tidak hilang setelah beristirahat.
  3. Kadang-kadang dengan sakit kepala yang hebat tersebut ibu mungkin merasa penglihatannya menjadi kabur dan berbayang.
  4. Sakit kepala yang hebat dalam kehamilan adalah gejala dari pre-ekslampsi.
  • Penglihatan kabur
  1. Oleh karena pengaruh hormonal, ketajaman penglihatan ibu dapat berubah selama proses kehamilan.
  2. Perubahan ringan (minor) adalah normal.
  3. Masalah visual yang mengidentifikasikan keadaan yang mengancam jiwa adalah perubahan visual yang mendadak, misalnya pandangan yang kabur atau berbayang secara mendadak.
  4. Perubahan penglihatan ini mungkindisertai dengan sakit kepala yang hebat dan mungkin merupakan gejala dari pre-eklampsi.
  • Bengkak di Wajah dan Jari-jari Tangan
  1. Hampir dari separuh ibu hamil akan mengalami bengkak yang normal pada kaki yang biasanya muncul pada sore hari dan biasanya hilang setelah beristirahat dengan meninggikan kaki.
  2. Bengkak bisa menunjukan adanya masalah serius jika muncul pada muka dan tangan, tidakhilang setelah istirahat, dan di sertai dengan keluhan fisik yang lain.
  3. Hal ini dapat merupakan pertanda anemia, gagal jantung atau pre-eklampsi.
  • Keluar Cairan Per Vagina
  1. Harus dapat dibedakan antara urine dan air ketuban.
  2. Jika keluarnya cairan ibu tidak terasa, berbau amis, dan warna putih keruh, berarti yang keluar adalah air ketuban.
  3. Jika kehamilan belum cukup bulan, hati-hati akan adanya persalinan pre-term dan komplikasi  infeksi intrapartum.
  • Gerakan Janin Tidak Terasa
  1. Kesejahteraaan janin dapat diketahui dari keaktifan gerakannya.
  2. Minimal adanya 10 kali dalam 24 jam.
  3. Jika kurang dari itu, maka waspada akan adanya gangguan janin dalam rahim, misalnya asfiksia janin sampai kematian janin.
  • Nyeri Perut yang Hebat
  1. Sebelumnya harus dibedakan nyeri yang dirasakan adalah bukan his seperti pada persalinan.
  2. Pada kehamilan lanjut, jika ibu merasakan nyeri yang hebat, tidak berhenti setelah beristirahat, di sertai dengan tanda-tanda syok yang membuat keadaan umum ibu makin lama makin memburuk, dan disertai perdarahan yang tidak sesuai dengan beratnya syok, maka harus waspada akan kemungkinan terjadinya solusio plasenta.

C. KEMBAR

Secara kasar, kemungkinan kembar dua adalah 1 dalam 86 kehamilan, kembar tiga adalah 1 dalam 86 kali 86, kembar empat dalam 86x86x86, dan seterusnya. Jadi kemungkinan kembar dua, tiga, empat dan tujuh secara bulatnya adalah 1 dalam 86; 7.500; 650.000; dan 55.000.000.Perbandingan ini telah diubah beberapa tahun terakhir dengan penggunaan obat-obatan, pada para wanita yang tidak dapat berovulasi secara spontan, yang kadang-kadang memancarkan lebih dari satu sel telur setiap bulannya.Setelah pemberitaan ini, maka seluruh negeri dilanda demam kembar tujuh. Demi kepraktisannya, maka yang akan dibahas di sini hanya terbatas pada kembar dua saja.

Penyebab dari Macamnya.Kemungkinan kembar identik adalah satu banding empat dari seluruh peristiwa kembar; tidak ada sebab-sebab keturunan di sini.Hal yang seperti ini terjadi disebabkan oleh terlalu cepatnya sel telur membelah diri setelah penempatannya di uterus.Sedangkan kembar tak identik sebaliknya, yaitu karena adanya faktor keturunan dari salah satu orang tua.Kembar tak identik ini terjadi karena pembuahan dua buah sel telur secara bersamaan. Kecuali kemungkinan akan dilahirkan pada hari yang sama, maka tidak ada persamaan-persamaan lain seperti dalam kembar identik.

Penemuan.Hampir semua wanita hamil ingin tahu apakah mereka mengandung bayi kembar atau tidak. Rasa ingin tahu ini pada umumnya sering timbul pada kehamilan yang kedua atau yang berikutnya, pada saat para wanita merasa bahwa diri mereka “lebih besar”, karena otot-otot perutnya sudah bertambah lemah dan oleh karenanya maka uterus pun jadi lebih berkembang. Kemungkinan ini juga mungkin berasal dari sang ahli kandungan, yang memiliki berbagai cara untuk mengetahui ada tidaknya kehamilan kembar sebelum sang ibu melahirkan. Dugaannya yang pertama mungkin berdasarkan pemeriksaan pada bulan kedua, dimana pembesaran rongga rahim terjadi dengan cepat. Kemudian dia akan lebih yakin dengan merasakan adanya dua janin ataupun dengan terdengarnya dua denyut jantung janin. Diagnosa melalui sinar X atau ultrasonogram adalah diagnosa yang pailng tepat.

Pemeliharaan. Kandungan kembar membutuhkan pengawasan yang lebih teliti dari sang ahli kandungan, karena kemungkinan terjadinya beraneka ragam komplikasi lebih besar. Sang calon ibu dari bayi kembar harus lebih cermat mengatur dietnya dan demikian juga harus menuruti segala nasehat sang dokter. Sang ibu mungkin akan merasakan betul-betul tidak enak pada beberapa bulan yang terakhir dan dia membutuhkan waktu istirahat yang lebih banyak lagi. Saat bersalin biasanya lebih cepat dari dua sampai empat minggu daripada saat bersalin yang normal, tapi baik kehamilan maupun proses melahirkannya tidaklah sesukar yang diduga.

Salah satu aspek yang paling penting dari kembar dua ialah persiapan untuk menjadi ibu baru bagi bayi kembarnya.Ini adalah lebih bersifat perintah, baik ini kelahiran yang pertama ataupun kelahiran yang kesekian kali, untuk mencari bantuan pada awal kedatangan kedua bayi tersebut.

D. CACAR AIR

Seorang wanita yang menderita cacar air (rubella) pada periode tiga bulan pertama dari kehamilan, akan melahirkan bayi yang cacat. Penyelidikan ini pertama kali dilakukan di Australia pada tahun 1941 dan penyelidikan ini telah berulang-ulang kali dilakukan dengan hasil yang serupa.Sebab-sebabnya ialah karena pada beberapa bulan pertama itu organ/anggota tubuh yang utama mulai terbentuk (jantung, otak, mata, dan seterusnya), dan virus dari cacar air ini dapat mencapai embrio untuk merusak perkembangan ini.Bular mata (cataract), anomali jantung, bisu-tuli, dan pembentukkan otak di bawah normal adalah akibat-akibatnya.

Jika penyakit ini terjadi pada tiga bulan yang pertama, maka kemungkinan cacat adalah satu banding lima. Pada bulan keempat kemungkinan ini jauh lebih kecil yaitu satu banding dua belas. Setelah itu, kemungkinan cacat pada bayi adalah nol. Tentu saja penyakit ini tidak membawa akibat bagi sang ibu, dan cacar biasa serta penyakit-penyakit lain yang disebabkan oleh virus juga, tidak akan membuat sang janin menjadi cacat.

Pada kunjungan yang pertama ke dokter, mungkin dia akan mengambil darah dari lengan untuk menentukan tingkat kekebalan terhadap cacar air. Jika test ini menunjukkan bahwa anda tidak kebal (karena anda belum pernah menderita penyakit ini sebelumnya), anda harus lebih berhati-hati selama empat bulan pertama, agar anda dapat menghindari seseorang yang menderita penyakit ini. Jika anda mendekatinya, pemeriksaan atau test darah yang kedua kali akan menunjukkan apakah anda menderita cacar air itu atau tidak. Dan jika anda ternyata terserang, bahaslah persoalan ini bersama dengan suami dan ahli kandungan anda.Untuk kasus ini abortus boleh sajadilakukan, bila anda menganggapnya perlu.

 E. BAHAYA SINAR X

Sejak peledakan bom atom yang pertama, maka menurut kenyataan dan kabar burung mulai membicarakan bahaya dari berbagai jenis radiasi, termasuk diagnosa dengan sinar X. Yang langsung menjadi korban adalah wanita-wanita hamil, mereka benar-benar menolak anjuran sang dokter, bila dokter tersebut menganjurkannya untuk melakukan pemeriksaan dengan sinar X untuk menentukan besar pinggulnya. (X-ray pelvimetry).

Leukemia. Beberapa penyelidik mengatakan bahwa bahaya sinar X terhadap bayi ialah karena sinar itu akan menyebabkan sang bayi menderita leukemia, bila panggul sang ibu diperiksa dengan sinar X pada waktu hamil. Walaupun ini benar, tapi risikonya kecil sekali, sekecil kemungkinan akan gugurnya kandungan terhadap luka-luka tubuh.

Cacat. Penyinaran dengan sinar X pada waktu hamil akan memberikan cacat pada sang bayi. Radiasi yang berlebihan selama kehamilan akan menyebabkan kelainan genetik, yang akan menimbulkan cacat pada generasi yang akan datang, 50 sampai 150 tahun lagi.Sang dokter jarang sekali melakukan diagnosa dengan sinar X, baik bagi para pasien biasa maupun pada pasien yang sedang mengandung, dan ahli-ahli radiologi harus mengembangkan teknik baru yang lebih sempurna.

F.  CACAT PADA BAYI

Yang paling ditakuti oleh para wanita hamil ialah takut kalau bayinya jadi abnormal.Pertanyaan yang paling umum diajukan setelah para ibu melahirkan ialah “Bagaimana keadaannya?”.Ini merupakan gejala yang normal. Ketakutan atas penantian dan perencanaan sembilan bulan akan menghasilkan bayi yang cacat adalah normal saja, selama ketakutan itu tidak berlebih-lebihan.

Timbulnya. Dalam kenyataan yang sebenarnya, kemungkinan cacat pada bayi ialah 1:100. Ini adalah statistik yang pasti dimengerti oleh kaum wanita yang intelek. Hampir semua keabnormalan dalam kehamilan akan berakhir dengan keguguran pada bulan-bulan pertama. Hampir semua jabang bayi yang menunjukkan cacat yang berat, meninggal pada waktu dilahirkan.Jarang sekali seorang bayi yang dilahirkan hidup-hidup dengan cacat yang amat sangat.Yang termasuk dalam kelompok cacat ini ialah kasus-kasus jaringan saraf (misalnya hydrocephalus, dan meningomyelocele), saluran pencernaan (misalnya tracheo-esophageal fistula), dan jantung. Sekali lagi, jika organ-organ ini menderita cacat yang parah, pada umumnya sang jabang bayi akan meninggal dalam beberapa hari, walaupun beberapa operasi telah dilakukan untuk mengurangi cacat-cacat tersebut.

Kelompok yang berikutnya mungkin akan dilahirkan dengan penderitaan yang menjadi lebih ringan dalam hidupnya, seperti kelumpuhan saraf, kelainan pada ginjal dan juga beberapa macam kelainan jantung. Ini jarang sekali terjadi, dan bila ada, maka ada harapan-harapan untuk mencegah dan mengobatinya.

Cacat bawaan yang paling banyak terjadi biasanya minim sekali dan mudah untuk memperbaikinya.Operasi plastik berhasil memperbaiki bibir yang sumbing dan langit-langit mulut yang terbedah.Kaki pekuk biasanya dapat diobati tanpa memerlukan pembedahan.Testis yang terjepit, hernia tali pusat, jari yang berlebih adalah cacat-cacat yang paling sering dijumpai dan juga merupakan cacat yang paling mudah diperbaiki.

Diagnosa Prenatal.Beberapa teknik baru untuk mengetahui adanya beberapa penyakit pada janin sebelum kelahiran terus dikembangkan.Caranya yang umum ialah dengan menyuntik dinding perut sampai ke rongga uterus (amniocentesis), kemudian cairan amnioticnya diambil sedikit, dan dari cairan ini diperiksa sel-sel janin yang menentukan ada tidaknya keabnormalitasan biokimia ataupun kelainan kromosom. Yang paling penting ialah harus mengetahui bahwa cara ini tidaklah begitu berbahaya, dan tidak perlu dilakukan kalau tidak ada alasan yang tepat, dan pada saat sekarang ini sudah ada beberapa laboratorium yang lengkap baik peralatan maupun staff-nya untuk melakukan percobaan ini dengan baik, dan juga hanya beberapa kelainan atau beberapa cacat genetik saja yang dapat didiagnosa dengan cara yang demikian.

Test ini biasanya diperlukan kalau sang dokter menduga adanya mongolism, kelainan otot, dan keabnormalan janin lainnya. Dan perkiraan ini biasanya timbul dalam tiga lingkungan.

  1. Adanya sejarah kecacatan pada keluarga sang ibu ataupun pada keluarga sang ayah.
  2. Bila sang wanita pernah melahirkan bayi cacat.
  3. Wanita yang sedang hamil itu sudah berusia 40 tahun lebih, pada usia mana kemungkinan timbulnya cacat genetik lebih besar (terutama mongolism).

Jika anda mengetahui bahwa anda termasuk dalam salah satu golongan ini, bicarakanlah dengan dokter anda mengenai kemungkinan dilakukannya amniocentesis. Umumnya test ini tidak dapat dilaksanakan sebelum usia kandungan mencapai minggu ke-16 dan biasanya kemudian harus menunggu 2-3 minggu sebelum mengetahui hasilnya. Jika hasil dari test itu menunjukkan bahwa bayi anda akan lahir abnormal, mungkin anda juga telah memutuskan untuk menggugurkannya saja.

G. KEMATIAN JANIN

Dari satu di antara 100 kehamilan terkomplikasi oleh kematian sang janin di antara bulan kelima sampai pada saat melahirkan. Situasi ini ditandai dengan tidak adanya gerakan janin selama 48 jam atau lebih. Untuk memastikannya sang dokter akan memeriksa denyut jantung sang janin dan penyinaran sinar X pada perut. Tidak bergeraknya janin selama beberapa jam atau bahkan sehari sering terjadi, anda tidak perlu melaporkannya pada dokter anda sampai anda yakin janin itu sudah tidak bergerak selama 48 jam.

Penyebabnya.Hanya tiga dari empat kematian janin yang diketahui sebab-sebabnya.Sedangkan yang lainnya bisa dihubungkan dengan keracunan kandungan.Kematian ini disebabkan oleh cacat bawaan, ketidakcocokan faktor Rh, dan beraneka ragam penyakit kehamilan. Dalam penyelidikan atau penelitian atas hampir 35.000 kehamilan di Rumah Sakit Sloan, di New York City, hanya satu bayi yang meninggal karena luka-luka pada tubuh sang ibu.

Tata Laksana. Hampir semua dari kematian ini terjadi pada dua bulan terakhir sebelum kelahiran. Jika hal yang demikian terjadi, tak ada akibat yang akan membahayakan sang ibu dan tak ada alasan untuk mempertahankan bayi ini sampai genap waktunya. Prosesnya sama dengan proses melahirkan bayi yang masih hidup.

 H. RHESUS FACTOR

Pada tahun 1940,ditemukansejenis zat yang terdapat dalam sel-sel darah merah kera-kera rhesus. Karena penyelidikan ini dilakukan pada kera-kera rhesus, maka zat tersebut  dinamakanRh faktor. Pada penyelidikan yang dilakukan terhadap manusia untuk mencari tidaknya Rh faktor ini.Maka kemudian diketahui bahwa 85% dari kita juga memiliknya sedangkan yang 15% tidak memiliki faktor ini.Mereka yang memiliki Rh faktor dikelompokan dalam golongan Rh-positif dan yang tak meilikinya disebut Rh-negatif.

Mekanisme persoalan. Jika sel-sel darah merah seseorang Rh-positif diberikan pada seseorang dengan Rh-negatif akan terbentuk semacam zat penolak yang lebih umum disebut antibodi yang akan merusak sel-sel Rh positif tersebut. Jika hal demikian terjadi misalnya ketika Rh antibodi terbentuk pada aliran darah maka orang terseut disebut “peka” terhadap Rh faktor. Pemberian sel-sel Rh positif ini pada aliran darah seseorang dengan Rh negative akan berakibat dua macam: transfuse darah atau kehamilan. Untuk transfuse  pada masa kini sebelum transfuse dilaksanakan maka baik donor ataupun orang yang akan menerima transfuse darah tersebut diperiksa dulu Rh faktornya dan darah Rh positif tidak pernah dan tidak boleh ditransfusikan pada seseorang pasien dengan Rh negative. Tapi dalam kasus dari beberapa kehamilan, perempuan antara Rh positif dan Rh negative sudah tidak dapat dicegah lagi.

Dalam 78% perkawinan kedua mempelai mungkin memeiliki Rh negative dua-duanya, Rh positif dua-duanya atas sang wanita positif dan sang suami negative dalam ketiga kelompok ini tak akan terjadi permasalahan dalam Rh faktor, sedangkan yang 13% lagi merupakan gabungan dari istri yang ber-Rh negative dan suami yang ber-Rh positif. Karena kelompok yang akan terjadi permasalahan Rh. Untuk  mengerti bagaimana perkembangan dalam kasus istri yang negative dan suami yang positif (atau sebagi contoh lain hampir serupa dimana kedua orang tua ber-Rh positif) maka sang anak akan memiliki Rh positif dan dalam kasus-kasus yang demikian padanya saat bayi dilahirkan maka besar sekali kemungkinan akan tercampurnya darah sang bayi dengan darah sang ibu sehingga menyebabkan terbentuknya zat penolak/antibody. Kemudian ibu ini akan menjadi “peka” terhadap Rh faktor. Risiko kepekaan ini adalah sekitar 15% setiap kali sang ibu melahirkan bayi dengan Rh positif. Jika kepekaan ini terjadi zat penolak dari sang ibu kemungkinan besar juga akan mengalami kebocoran  sehingga memasuki aliran darah sang bayi yang dikandung selanjutnya dimana zat ini akan memusnahkan sel-sel darah merah si bayi. Bayi Rh positif yang pertama tidak akan atau jarang sekali terkena akibatnya, karena kepekaan itu terjadi setelah bayi dilahirkan. Yang penting diingat ialah jika ibu memiliki Rh negatif, maka dia tidak akan berada dalam keadaan bahaya terhadap zat penolak tersebut yang hanya menyerang sel-sel Rh positif saja.

Kemungkinan-kemungkinan timbulnya masalah.Pada pemeriksaa pertama, sang ahli kandungan akan memeriksa darah anda untuk menentukan apakah benar anda ber Rh positif atau ber Rh negative. Jika anda ternyata positif anda sudah tidak perlu mencemaskannya. Jika anda negative dokter akan memeriksa darah suami anda juga. Jika suami anda juga negative anda tak perlu lagi cemas. Tapi jika perkawinan anda termasuk di kelompok yang 13% itu dimana sang wanita ber Rh negative dan sang pria ber Rh positif maka perkawinan yang demikian itu lebih dikenal sebagai sebuah perkawinan “ketidak seimbangan Rh”.  Dalam kasus-kasus yang demikian ahli kandungan akan lebih waspada terhadapadanya kemungkinan permasalahan dalam Rh.

Pencegahan permasalahan.Sampai tahun 1965 belum diperoleh suatu carapun untuk mencegah terjadinya permasalahan Rh dalam pasangan-pasangan yang menghadapi permasalahan ini.Sekarang kepekaan Rh hampir sudah dapat diatasi seluruhnya dengan penggunana obat-obat jenis antibody. Obat ini lebih dikenal sebagai Rhogam yang jika diberikan pada seseorang wanita yang baru beberapa hari melahirkan maka pembentukan zat penolak dapat dicegah karena jika zat penolak ini tidak dicegah pembentukannya maka akan membahayakan kehidupan dari bayi yang selanjutnya. Suntikan ini harus diberikan pada setiap kali wanita yang bersangkutan melahirkan anaknya agar zat penolak itu tidak pernah terbentuk.

Yang juga perlu diingat ialah kepekaan Rh ini sama juga kemungkinan besar timbulnya proses kelahiran, abortus ataupun keguguran jadi jika anda berhadapan dengan salah satu situasi diatas maka Rhogama akan selalu dibutuhkan.

Pengobatan.Jika anda peka terhadap Rh factor sebelum Rhogam diberikan maka tak ada satupun cara pengobatan yang bisa memusnahkan zat penolak yang telah terbentuk pada aliran darah anda dan tidak ada satupun cara mengatsi masalah yang akan timbul di masa mendatang.Sang dokter bisa mengetahui intensitas kepekaan itu melalui suatu penelitian khusus karena proses ini cenderung makin meningkat bersamaan dengan bertambah sering melahirkan, pemeriksaan ini melalui pemeriksaan konsentrasi zat penolak yang terdapat dalam peredaran darah anda dan bila diperlukan demikian juga dengan kadarnya pada cairan amniotic. Dan jiga kadar zat penolak ini sudah mecapai titik kritis, mungkin dia akan menganjurkan agar anda mau mengeluarkan sang bayi pada tiga atau empat minggu sebelum genap waktunya.

Akibat pada sang bayi. Timbulnya penyakit yang dikenal sebagai erythroblastosis fetalis.Penyakit ini memliki beberapa tahap. Pada kasus yang paling ringan, sang bayi akan menderita penyakit kuning setelah dia dilahirkan, namun tanpa disertai akibat atau efek yang panjang. Jika penykit ini bertambah berat maka ini merupakan tanda bahwa sudah lebih banyak lagi sel darah merah sang bayi yang dimusnahkan oleh zat penolak. Bila terjadi kasus yang demikian, maka sang dokter anak akan menjalankan yang disebut transfuse perubahan, yaitu dengan mengganti keseluruhan darah sang bayi dengan darah yang tidak mengandung zat penolak.

Ketidak-cocokan A-B-O. Erythroblastisis mungkin juga terjadi karena ketidak-cocokan golongan darah antar sang ibu dengan sang bayi. Dalam kasus-kasus yang demikian golongan darah sang bayi biasanya A atau B sedangkan golongan darah ibu adalah O. Mekanisme perkembangan sama halnya dengan mekanisme ketidak-cocokan Rh zat penolak dari sang ibu memasuki sirkulasi janin dan merusak sel darah merahnya. Walaupun serupa dengan erythroblastosis yang terjadi pada problema Rh jenis erythroblastosis yang ini jarang dipublikasikan dengan alasan bahwa akibatnya terhadap sang bayi adalah tidak permanen maupun serius dan oleh karenanya keadaan yang demikian itu tidaklah perlu terlalu ditakutkan. Berlawanan dengan kesulitan atau problema Rh kesulitan A-B-O biasanya hanya terjadi pada kehamilan yang pertama. Pengobatannya sama dengan pengobatan erythroblastisis yang disebabkan oleh ketidak-cocokan Rh.

 I. KERACUNAN PADA KANDUNGAN

Keracunan adalah penyakit yang khusus terjadi pada kehamilan dan lebih berakibat buruk pada sang ibu daripada terhadap sang bayi. Penyakit ini hanya terjadi pada tiga bulan terakhir dari suatu kehamilan dan ditandai dengan adanya oedema, tekanan darah meninggi dan pada urin ditemukan albumin.Penyakit tersebut bisa timbul tanpa adanya perubahan-perubahan yang dirasakan.Gejala-gejala lain seperti pusing, penglihatan kabur, sakit perut, sakit kepala dan bintik-bintik pada mata, tapi gejala-gejala ini juga tidak selalu merupakan pertanda daripada keracunan.

Penyebab dari penyakit ini belum diketahui dengan pasti tapi ada kemungkiman dari cara diet  faktor-faktor hormonal dan psikologi. Yang pasti ialah bahwa keracunan ini lebih sering terjadi pada wanita yang menderita penyakit darah tinggi, diabetes serta kehamilan bayi kembar.Dan yang paling penting bahwa penyakit ini jarang terjadi pada wanita yang selalu memeriksakan dirinya ke ahli kandungan.

Alasan tunggal mengapa para wanita hamil dianjurkan untuk mengurangi garam pada bulan-bulan terakhir kandungannya. Penimbunan garam ini akan menimbulkan pembengkakan keracunan. Diketahui juga wanita yang berat badannya bertambah secara berlebihan selama masa kehamilannya  juag lebih mudah terjangkit oleh keracunan ini. Jadi perhatikanlah sekali lagi cara diet yang benar dalam masa-masa kehamilan

Pengobatan keracunan sangat empiris sekali.Pasien harus cukup istirahat, diberi obat-obat penenang, pengurangan garam, diureties dan obat-obatan yang menurunkan tekanan darah perlu digunakan.Pengobatan yang paling tepat ialah melahirkan bayi secepat mungkin.Namun yang paling efektif adalah dengan pencegahan itu sendiri.

Sumber:
Hall, Robert. 2002. Pedoman Medis Untuk Wanita Hamil. Bandung: Pionir Jaya.
Sulistyawati, Ari. 2009. Asuhan Kebidanan Pada Masa Kehamilan. Jakarta: Salemba Medika.
http://bidanku.com/index.php?/tanda-bahaya-pada-kehamilan-persalinan-dan-nifas
http://bidanshop.blogspot.com/2010/01/kenali-tanda-bahaya-pada-kehamilan_20.html
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Oktober 11, 2012 in Askeb 1 (Kehamilan)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: