RSS

SISTEM MUSKULOSKELETAL

22 Sep

Sistem musculoskeletal merupakan suatu sistem yang dibentuk oleh tulang, sendi dan otot.

A. Tulang (system skelet)

Ada 206 tulang dalam tubuh manusia, terbagi 4 kategori:

  • Tulang panjang

Tulang ini agak melengkung tujuannya agar kuat menahan beban dan tekanan. Contohnya humerus, radius, ulna, femur, tibia, dan fibula.

Bagian tulang panjang

a. Diafisis: bagian tengah tulang berbentuk silinder dari tulang kortikal yang memiliki kekuatan besar

b. Matafisis: bagian tulang yang melebar dekat ujung akhir batang. Daerah ini terutama disusun oleh tulang trabekular atau tulang spongiosa yang mengandung sumsum merah. Sumsum merah terdapat juga dibagian epifisis dan diafisis tulang. Pada anak-anak sumsum merah mengisi sebagian besar bagian dalam tulang panjang tetapi kemudian diganti olah sumsum kuning setelah dewasa.

c. Epifisis: lempeng epifisis adalah daerah pertumbuhan longitudinal pada anak-anak. Bagian ini akan menghilang pada tulang dewasa. Bagian epifisis yang letaknya dekat sendi tulang panjang bersatu dengan metafisis sehingga pertumbuhan memanjang tulang terhenti.

  • Tulang pendek

Parbandingan tebal dan panjang hampir sama, terdapat pada pergelangan tangan dan kaki, bentuknya seperti kubus.

  • Tulang pipih

Iga, tengkorak, panggul dan scapula. Bentuknya pipih berfungsi untuk perlindungan.

  • Tulang tak teratur, tulang pada wajah dan vertebra.

Tulang diliputi dibagian luar oleh membrane fibrus padat dinamakan periosteum yang memberi nutrisi ke tulang dan memungkinnya tumbuh, selain sebagai tempat perlekatan tendon dan ligament.

Tulang tersusun atas sel, matriks protein dan deposit mineral. Sel-sel tulang terdiri atas:

  1. Osteoblast, yang berfungsi dalam pembentukan tulang dengan mensekresikan matriks tulang. Matriks tersusun atas 98% kolagen dan 2% substansi dasar (glukosaminoglikan/asam polisakarida dan proteoglikan)
  2. Osteosit adalah sel dewasa yang terlibat dalam pemeliharaan fungsi tulang yang terletak dalam osteon (unit matriks tulang)
  3. Osteoklast adalah multinuclear yng berperan dalam penghancuran, resorpsi dan remodelling tulang.
  4. Jaringan tulang mempunyai vaskularisasi yang sangat baik. Tulang kanselus menerima asupan darah yang sangat banyak melalui pembuluh metafisis dan epifisis. Pembuluh periosteum mangangkut darah ke tulang kompak melalui kanal Volkmann ang sangat kecil. Selain itu, ada arteri nutrient yang menembus periosteum dan memasuki rongga meduar melalui foramina. Arteri nutrient memasok darah ke sumsum dan tulang.

Pembentukan tulang

  • Ossifikasi adalah proses dimana matriks tulang terbentuk dan pengerasan mineral ditimbun dalam serabut kolagen dalam suatu lingkungan elektronegatif.
  • 2 model dasar ossifikasi :
  1. Intramembran. Tulang tumbuh di dalam membrane, terjadi pada tulang wajah dan tengkorak.
  2.  Endokondal. Pembentukan tulang rawan terlebih dahulu kemudian mengalami resorpsi dan diganti oleh tulang. Kebanyakan tulang terbentuk dan mengalami penyembuhan melalui ossifikasi endokondal.

Pemeliharaan tulang

Faktor yang mengatur pembentukan dan resorpsi tulang     :

  • Stress terhadap tulang
  • Vitamin D, meningkatkan jumlah kalsium dengan meningkatkan penyerapan kalsium dari saluran pencernaan.
  • Hormone paratiroid dan kalsitonin. Hormone paratiroid mengatur konsentrasi kalsium dalam darah. Kalsitonin meningkatkan penimbunan kalsium dalam tulang.
  • Pasokan darah
  • Penyembuhan tulang
  • Inflamasi
  • Bila fraktur, terjadi perdarahan dalam jaringan yang cedera dan terjadi pembentukan hematoma. Ujung fragmen tulang mengalami devitalisasi. Tempat cedera akan diinvasi makrofag, terjadi inflamasi, pembengkakan dan nyeri.
  • Proliferasi sel
  • Terbentuk benang-benang fibril, jaringan untuk revaskularisasi dan invasi fibroblast dan osteoblast. Fibroblast dan osteoblast akan menghasilkan kolagen dan proteoglikan sebagai matriks kolagen pada patahan tulang. Terbentuk jaringan ikat fibrus dan osteoid.
  • Pembentukan kalus
  • Pertumbuhan jaringan berlanjut dan lingkaran tulang rawan tumbuh mencapai sisi lain sampai celah sudah terhubungkan. Fragmen patahan tulang digabungkan dengan jaringan fibrus, tulang rawan 7 tulang serat imatur. Perlu waktu 3-4 minggu agar fragmen tulang tergabung dalam tulang aan atau jaringan fibrus.
  • Osifikasi
  • Pembentukan kalus mulai mengalami penulangan dalam 2-3 minggu patah tulang melalui proses penulangan endokondral. Mineral terus menerus ditimbun sampai tulang benar-benar telah bersatu dan keras.
  • Remodeling. Tahap akhir perbaikan patah tulang meliputi pengambilan jaringan mati dan reorganisasi tulang baru ke susunan struktural sebelumnya.

Fungsi sistem skelet

  • Mendukung dan memberi bentuk jaringan tubuh
  • Melindungi bagian tubuh tertentu seperti hati, ginjal, otak dan paru-paru
  • Tempat melekatnya otot dan tendon
  • Sumber mineral seperti garam dan fosfat
  • Tempat produksi sel darah merah

B. Sistem Persendian

Tulang dalam tubuh dihubungkan satu sama lain dengan sendi atau artikulasi yang memungkinkan berbagai macam gerakan.

Ada 3 macam sendi yaitu       :

  1. Sendi sinartrosis merupakan sendi yang tidak dapat digerakkan misalnya pada persambungan tulang tengkorak.
  2. Sendi amfiartrosis, seperti sendi pada vertebra dan simfisis pubis yang memungkinkan gerakan terbatas.
  3. Sendi diartrosis adalah sendi yang dapat digerakkan secara bebas

Pada sendi yang dapat digerakkan, ujung persendian tulang ditutupi oleh tulang rawan hialin yang halus. Persendian tulang tersebut dikelilingi oleh selubung fibrus kuat kapsul sendi. Kapsul dilapisi oleh membrane, sinovium, yang mensekresi cairan pelumas dan peredam getaran ke dalam kapsul sendi.

Ligamen, mengikat tulang dalam sendi. Ligamen dan tendon otot yang melintasi sendi, menjaga stabilitas sendi. Bursa adalah suatu kantung yang berisi cairan sinovial, biasanya merupakan bantalan bagi pergerakan tendon, ligamen dan tulang di siku, lutut dan beberapa sendi lainnya.

C. Sistem Otot

Sistem otot adalah sistem tubuh yang memiliki fungsi seperti untuk alat gerak,menyimpan glikogen dan menentukan postur tubuh.Terdiri atas otot polos, otot jantungdan otot rangka.Arti definisi / pengertian Jaringan adalah sekumpulan sel yang memiliki bentuk,struktur dan fungsi yang sama. Jadi jaringan otot adalah sekumpulan sel-sel otot. Untuk menggerakkan anggota tubh kita, diperlukan sistem otot. Sistem otot terdiri dari beberapa bagian yang saling terpisah yang disebut otot-otot. Sebagian besar otot kita melekat pada kerangka tubuh. Otot dapat mengerut juga meregang. Oleh karena itu, susunan otot adalah suatu sistem alat untuk menguasai gerak aktif dan posisitubuh kita. Pada setiap otot terlihat beberapa empal yang merupakan bagian yang aktif mengerut.Otot merupakan alat gerak aktif yang mampu menggerakkan tulang, kulit danrambut setelah mendapat rangsangan. Otot memiliki empat kemampuan khusus yaitu :

  1. Kontraktibilitas: kemampuan untuk berkontraksi / memendek
  2. Ekstensibilitas: kemampuan untuk melakukan gerakan kebalikan dari gerakan yang ditimbulkan saat kontraksi
  3. Elastisitas: kemampuan otot untuk kembali ke ukuran semula setelah berkontraksi.
  4. Eksitabilitas: Kemampuan otot merespons dengan kuat jika distimulasi oleh impuls saraf

Otot diklasifikasikan berdasarkan struktural ada tidaknya lurik, dan secara fungsional berdasarkan kendali konstruksinya, dan juga berdasarkan lokasi.

a. Bagian-bagian Otot

    • Sarkolema: membran yang melapisi suatu sel otot yang fungsinya sebagai pelindung otot
    • Sarkoplasma: cairan sel otot yang fungsinya untuk tempat dimana miofibril dan miofilamen berada
    • Miofibril merupakan serat-serat pada otot.
    • Miofilamen: benang-benang/filamen halus yang berasal dari miofibril. Miofibril terbagi atas dua macam, yakni miofilamen homogen (terdapat pada otot polos) dan miofilamen heterogen (terdapat pada otot jantung/otot cardiak dan pada otot rangka/otot lurik).Di dalam miofilamen terdapat protein kontaraktil yang disebut aktomiosin (aktindan miosin), tropopin dan tropomiosin. Ketika otot kita berkontraksi (memendek) maka protein aktin yang sedang bekerja dan jika otot kita melakukan relaksasi (memanjang) maka miosin yang sedang bekerja

b. Jenis-jenis Otot

  • Otot rangka adalah otot lurik, volunter, dan melekat pada rangka. Serabut sangat panjang, sampai 30 cm, berbentuk silindris, dengan lebar berkisar antara 10-100 mikron. Memiliki banyak inti dan kontraksinya cepat dan kuat.
  • Otot polos adalah otot tidak berlurik dan involunter. Jenis otot ini ditemukan pada dinding organ berongga seperti kandung kemih, uterus, dinding tuba. Berbentuk spindel, berukuran kecil sekitar 20 mikron sampai 0,5 mikron pada ibu hamil. Kontraksinya kuat dan lamban.
  • Otot jantung adalah otot lurik, involunter, dan hanya ditemukan pada jantung.Serabut membentuk cabang dengan inti di tengah. Panjang berkisar 85-100 mikron dan diameter 15 mikron. Kontraksi otot jantung kuat dan berirama.

c. Jenis Dan Macam Gangguan Pada Otot Manusia

Pada manusia terdapat beberapa gangguan pada otot yang terdapat pada tubuh yaitu:

  1. Kelelahan Otot: suatu keadaan di mana otot tidak mampu lagi melakukan kontraksi sehingga mengakibatkan terjadinya kram otot atau kejang-kejang otot.
  2. Astrofi Otot: penurunan fungsi otot akibat dari otot yang menjadi kecil dan kehilangan fungsi kontraksi. Biasanya disebabkan oleh penyakit poliomielitis.
  3. Distrofi Otot: suatu kelainan otot yang biasanya terjadi pada anak-anak karenaadanya penyakit kronis atau cacat bawaan sejak lahir.
  4. Kaku Leher / Leher Kaku / Stiff: suatu kelainan yang terjadi karena otot yang radang / peradangan otottrapesius leher karena salah gerakan atau adanya hentakan pada leher serta menyebabkanrasa nyeri dan kaku pada leher seseorang.
  5. Hipotrofit Otot: suatu jenis kelainan pada otot yang menyebabkan otot menjadi lebih besar dan kuat disebabkan karena aktivitas otot yang berlebihan yang umumnya karena kerja dan olahraga berlebih.
  6. Hernis Abdominal: kelainan pada dinding otot perut yang mengakibatkan penyakit hernia atau turun berok, yaitu penurunan usus yang masuk ke dalam rongga perut.
Sumber:
http://www.scribd.com/doc/54839719/Anatomi-Fisiologi-Manusia
indragunawansaja.blogspot.com/…/anatomi-fisiologi-sistem.html
http://tulus-andi.blogspot.com/2009/11/anatomi-dan-fisiologi-sistem.html
rasyid14.files.wordpress.com/2009/02/1k41dmychyyxu35wnmod.pdf
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada September 22, 2012 in Biologi Dasar dan Perkembangan

 

Tag: ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: